We're just visitors

At the end of the game, the King and the Pawn goes into the same box

Sahih Bukhari: Kitab Puasa: Puasa dalam musafir dan lain-lain August 3, 2012

Filed under: Hadith,Kitab Puasa — visitor74 @ 5:32 pm
Tags: , , ,
Aisyah رضي الله عنها istri Nabi صلی الله عليه وسلم mengatakan bahwa Hamzah bin Anir al-Aslami berkata kepada Nabi, “(Wahai Rasulullah, saya suka berpuasa), apakah saya boleh berpuasa dalam bepergian?” Dan, ia banyak berpuasa. Beliau bersabda, “Jika mau, berpuasalah; dan jika kamu mau, maka berbukalah!”
Syarah: Maka dalam hadith ini, Islam memberi kelonggaran samada mahu berbuka atau terus sahaja puasa.
Bab 36: Sabda Nabi kepada Orang yang Tidak Dinaungi Sedang Hari Sangat Panas
Jabir bin Abdullah رضي الله عنه berkata, “Rasulullah dalam suatu perjalanan, beliau melihat kerumunan dan seseorang sedang dinaungi. Beliau bertanya, ‘Apakah ini?’ Mereka menjawab, ‘Seseorang yang sedang berpuasa.’ Maka, beliau bersabda, ‘Tidak termasuk kebajikan, berpuasa dalam bepergian.'”
Syarah: Kalau seseorang itu tidak mampu untuk berpuasa di dalam perjalanan, maka lebih baik untuk dia kalau dia berbuka sahaja. Janganlah menyusahkan diri dia dan orang lain kalau dia meneruskan lagi niatnya untuk berpuasa itu.
Bab 37: Para Sahabat Nabi Tidak Saling Mencela dalam Hal Berpuasa dan Berbuka (Tidak Berpuasa)
951. Anas bin Malik berkata, “Kami bepergian bersama Nabi, maka orang yang berpuasa tidak mencela orang yang berbuka, dan orang yang berbuka tidak mencela orang yang berpuasa.”
Syarah: Inilah yang dimaukan untuk orang-orang musafir. Ada yang kuat, maka mereka boleh untuk meneruskan puasa mereka. Dan ada yang tidak larat, maka dia eloknya berbuka sahaja. Tapi yang kuat meneruskan puasanya itu, janganlah mencela orang yang berbuka. Dan sebaliknya, janganlah yang berbuka mencela juga orang yang berpuasa.
Bab 39: Firman Allah, “Wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah.” (al-Baqarah: 184)
Ibnu Umar dan Salamah ibnul Akwa’ berkata, “Ayat di atas itu telah dimansukh (dihapuskan) oleh ayat, ‘Beberapa hari yang ditentukan itu adalah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antaramu yang hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. Barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak dari hari yang ia tinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.'” (al-Baqarah: 185)
Ibnu Abi Laila berkata, “Kami diberi tahu oleh para sahabat Nabi, ‘Diturunkan kewajiban berpuasa dalam bulan Ramadhan, lalu para sahabat merasa berat melakukannya. Oleh karena itu, barangsiapa yang dapat memberikan makanan setiap harinya kepada seorang miskin, orang itu boleh meninggalkan puasa. Yaitu, dari golongan orang yang sangat berat melakukannya. Mereka diberi kemurahan untuk meninggalkan puasa. Kemudian hukum di atas ini dimansukh (dihapuskan) dengan adanya ayat, ‘wa an tashuumuu khairul lakum’ ‘Dan berpuasa itu lebih baik bagimu’.’ Lalu, mereka diperintahkan berpuasa.'”
Dari Ibnu Umar رضي الله عنه (bahawa ia) membaca potongan ayat, “fidyatun tha’aamu masaakiin’ ‘Membayar fidyah, yaitu memberi makan kepada orang-orang miskin’.” Ibnu Umar mengatakan, “Ia (ayat) itu dihapuskan hukumannya.”

Syarah: Dulu, ada pilihan samada seseorang itu mahu berpuasa atau tidak. Kalau dia tak mahu berpuasa, dia boleh memberi makan kepada orang miskin. Tapi lepas itu tidak boleh lagi. Seseorang itu mesti berpuasa juga. Dan kalau dia tidak mampu berpuasa, dia kena membayar fidyah.

Bab 40: Kapankah Dilakukannya Qadha Puasa Ramadhan
Ibnu Abbas berkata, “Tidak mengapa jika mengqadha puasa itu dipisah-pisah, karena firman Allah, ‘fa’iddatun min ayyamin ukhar’ ‘Maka, wajiblah baginya berpuasa sebanyak yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain’.'”
Ibrahim berkata, “Jika seseorang tertinggal dalam mengqadha puasa Ramadhan, sehingga datang lagi bulan Ramadhan berikutnya, maka dia wajib berpuasa untuk Ramadhan yang lalu dan untuk Ramadhan yang satunya. Dia tidak diwajibkan memberi makan kepada orang miskin.”
Masalah juga diriwayatkan dari Abu Hurairah secara mursal.

Aisyah رضي الله عنها berkata, “Saya biasa mempunyai tanggungan puasa Ramadhan, dan saya tidak dapat mengqadhanya melainkan di bulan Sya’ban.” Yahya berkata, “(Hal itu karena) sibuk dengan urusan Nabi.”

Syarah: Kita boleh untuk mengganti puasa yang ditinggalkan bila-bila masa sahaja. Tidak perlu berturut-turut. Jadi, kalau kita tertinggal lima hari, tidaklah perlu untuk kita buat lima hari berturut-turut. Dan kita tidak perlu menggantikannya secepat mungkin, dalam bulan Syawal dan sebagainya. Macam dalam hadith di atas, Aisyah mengganti puasanya di bulan Syaaban, maknanya dan dekat-dekat nak masuk ramadhan yang satu lagi. Ini adalah kerana dia disibukkan dengan melayan nabi. Maka dia boleh ganti, pada bulan itu sahaja.

Bab 41: Wanita yang Haid Meninggalkan Puasa dan Shalat
Abu Zinad berkata, “Sesungguhnya sunnah-sunnah Nabi (yakni ucapan-ucapan dan perbuatan Nabi) dan sesuatu yang dibenarkan agama (syariat Islam) banyak yang diperselisihan antara yang satu dan yang lainnya. Oleh karena itu, tidak ada jalan bagi umat Islam kecuali mengikuti salah satunya. Di antaranya adalah bahwa orang yang haid wajib mengqadha puasa, tetapi tidak wajib mengqadha shalat.”
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s